Kamis, 05 April 2012

Sumber Ketakutan dan Ketenangan kita

Tanggal 10 April 2012 ini saya akan ujian seminar proposal skripsi.. Mohon do'anya kawan.. Ini merupakan contoh perasaan takut. yaitu rasa takut akan menghadapi ujian... tapi tetap nyantai aja neh makin eksis main facebook dan ngentry blog. hehe.. biar gak stres lho ceritanya.
Bicara masalah ketakutan berarti kita harus tau arti katanya terlebih dahulu. Ketakutan berasal dari kata "Takut" yaitu keinginan untuk menjauhi sesuatu. Terkadang rasa takut seakan-akan telah menyatu dalam kepribadian kita. Menjadikan rasa takut itu bagian dari karakter kita. jadi semakin sulit membedakan, mana perasaan takut dan mana pribadi kita yang sebenarnya. Dalam kehidupan sehari-hari kita tak luput dari rasa takut. Perasaan yang mencekam dan seakan-akan mengancam kita. Didalam fikiran kita mengatakan, bahwa "Jika saya melakukannya, maka akibat terburuk serta merta akan saya terima. Oleh karena itu saya tidak perlu melakukannya, karna akan berdampak buruk bagi saya." Tapi benarkah rasa takut seperti itu beralasan, sehingga kita membiarkannya hidup dan tumbuh didalam mental kita, dan terus memeliharanya?

Kali ini kisah agak mistis.. haha.. terlalu berlebihan klo katakan hal ginian mistis, sama sekali tidak... cuma mau cerita neh, saya suka nulis hal yang ada kaitan dengan hidup sendiri. biar enak aja berbagi dengan pengalaman sendiri.. tapi mulai dari mana nulisnya saya sendiri pun gak tau bingung.. ya udah saya mulai dari kisah orang-orang sekitar yang saya amati saja...
Lanjuttttt...........

Ada neh suatu sore, lagi asikan rumpi sama tetangga salah seorang anak tetangga pulang dari sekolah di antar pulang oleh temannya.. ternyata di sekolah dia kerasukan... kelihatan sangat lemah sampai harus pegangan kuat oleh temannya.. belum sempat turun dari motor.. tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri... berselang beberapa menit yang tadi fisiknya begitu lemah berubah menjadi sosok lain dan aneh, dengan suara lantang dia beriak dan melemparkan apa saja yang bisa digapainya.. Ya Allah teriakannya sungguh terlalu. Wah.. benar-benar bikin kanget aja tuh anak.. alternatif lain keluarga yaitu memanggil seorang Ustaz tuk membantu.. Yahh.. mau ngga mau sebelum pak Ustaz datang tuh anak harus di pegang, kalo dibiarin mungkin seisi rumah habis berantakan.

Sambil menunggu pak Ustaz mengrukiah tuh anak, saya sempat posting bikin status facebook. "Anak tetangga pulang sekolah kesurupan.. Ya allah teriak-teriaknya menyakit telinga..  Klo bisa diliat pengen ku tabok tuh setan nganggu-nganggu anak org :D ." Hahaha.. klo udah postingan di facebook ada-ada aja tanggapan dari teman.. yang jelas banyak ngawur dari benernya.... karena azan magrib udah berkumandang, pulang rumah lempar handphone saatnya menghadap Sang Pencipta...

Keesokannya.. seperti biasa sekitar jam 9 pagi saya kekampus.. tapi sebelum kekampus saya mampir dulu sarapan disalah satu kantin berdekatan dengan sebuah sekolah. Dulunya boleh dikatakan langganan makan disana karna jadwal kuliah setiap hari, cuma dalam setahun terakhir ini udah jarang disebabkan jadwal mata kuliah udah gak ada lagi..

Lagi enakan ngobrol sama orang yang ada disitu pandangan saya tertuju pada sekolah yang berhadapan dengan kantin tersebut, saya melihat anak-anak silih berganti dibawa pulang oleh walinya... yang parahnya bukan cuma 1 orang, tapi cukup ramai mungkin ada dalam 30 siswa silih berganti dibawa pulang oleh walinya, kata orang-orang sekitar, itu bukan hal yang aneh lagi karna udah berlangsung selama 2 bulan terakhir tiap hari selalu ada kejadian gitu.. Liat anak-anak menggila terlalu ramai seperti itu saya pun jadi gemeteran... Astagfirullah.. Jangan sampai saya yang kena.. Karna perasaan ngga karuan cepat-cepat saya makan dan bergegas kekampus, selama dalam perjalanan berusaha tetap tenang dan mencoba melupakan hal tadi.. Juga berusaha ganti pemikiran, "Ya Allah otak ku dicintakan bukan untuk dimanja dengan hal gituan.. Tp untuk berpikir hal yg waras.. masih banyak kerjaan yg harus saya pikirkan terutama menggarap skripsi dan beberapa kerangka tulisan yang belum saya kembangkan.." Dalam keadaan masih gak karuan selesai urusan dikampus saya akhirnya memilih pulang kerumah aja..

Ha.. Sungguh terlalu, hari itu pikiran saya bener-bener tidak kosentrasi, ini pengalaman pertama ketakutan pada sesuatu.. Jangankan mau makan lagi di tempat itu, lewat dijalan itu pun ngga mau sama sekali.. sampai segitunya perasaan takut saya. tapi yang jelas saya sendiri ngga tau apa yang saya takutkan... sampai hari ini masih kepikiran, "apa sih yang saya takutkan?" 

Keyakinan dalam diri akan terganggu apabila ada rasa ketakutan,
padahal ketakutan itu hanya berawal dari kemikiran kita sendiri.









Timbul pertanyaan:

- Apa penyebabnya rasa takut?

Klo cuma masalah orang kerasukan itu bagi saya bukan hal yang baru, udah sering liat, terus ini karna apa ya?? masih bingung, mungkin karna usia semakin lanjut kali ya?? hahaha..

- Gimana cara mengatasinya?

Orang yang mengalami ketakutan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dari sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi ketakutan, bahwa hidup bukan rangkaian ketakutan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari ketakutan dan ketakutan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah.

Ketakutan itu hanya ada dipikiran.
Jika memilih untuk menjadi bahagia maka kita akan bahagia,
Jika memilih untuk tetap takut maka selamanya hidup dalam ketakutan

Solusinya biar tetap tenang yaitu selalu ingat bahwa sumber ketakutan itu hanya ada dipikiran kita. Kita dapat mencari hal-hal yang sangat menarik yang mengembangkan rasa bahagia dalam diri. Kita bisa menguasai keadaan atau kita bisa membiarkan keadaan menguasai kita, itu semua adalah masalah pilihan. Apa yang kita pilih,? tetap tegar dan bahagia jika kita memilih untuk menjadi bahagia atau sebaliknya jika kita pilih selalu tetap memelihara rasa takut. Mungkin salah satu solusinya melupakan dengan cara mencari aktifitas lain seperti: jalan-jalan, ngobrol sama teman, facebookan (klo saya sih senang sama yang ini hehe), menikmati musik, film, olahraga, dan bekerja. Jadilah kreatif dengan melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya.  Selalu  SEMANGAT.. 

Saya telah mencoba, Bagaimana dengan Anda?